Mejikuhibiniu

Mejikuhibiniu
Kerudung Keren :D

Ahlan wa Sahlan

~Bismillahirrahmanirrahim~
Selamat Datang di Blog Saya
Terimakasih telah Berkunjung

Semoga blog ini bermanfaat bagi Anda >.<
Mohon maaf apabila banyak kekurangan

SILAHKAN DI SHARE dan DIJADIKAN REFERENSI
Kunjungi Social Network saya yang lain :

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 18 April 2013

XII Kimia - Laporan Praktikum Kenaikan Titik Didih


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
KENAIKAN TITIK DIDIH







Oleh:
Abdurrahman Faiz
Fiqri Muhamad
Jelita Rahma Hidayati
Muhammad Zulfi Buzairi
Paramita Nirmalawati

Guru Pembimbing : Ina Marlina, S.Pd


XII IPA 1
SMA Negeri 2 Cibinong
Jl. Raya Karadenan No. 05
TA 2012/2013
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi kesempatan agar dapat menyelesaikan tugas penulisan laporan praktikum kimia ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Laporan penelitian yang berjudul Kenaikan Titik Didih ini ditulis untuk melihat, mengkaji dan meneliti tentang perbedaan titik didih dan penurunan titik didih pada pelarut murni dan larutan. Selain itu  penulisan laporan praktikum ini juga bertujuan untuk menyelesaikan tugas praktikum kimia pada bab koligatif larutan bagian kenaikan titik didih larutan di kelas XII semester 1 oleh guru Pembimbing Kimia, Ibu Ina Marlina, S.Pd.
Tentunya dalam penulisan laporan praktikum kimia ini tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar, ada beberapa halangan yang menghambat proses penulisan laporan praktikum ini. Tetapi dengan niat, semangat dan usaha yang sungguh-sungguh, kami dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut sehingga penulisan laporan praktikum ini dapat terselesaikan.
Dalam penulisan laporan praktikum ini, tidak sedikit bantuan yang telah diberikan oleh orang lain sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada,
-          Orangtua
-          Guru pembimbing Kimia kelas XII SMA Negeri 2 Cibinong, Ibu Ina Marlina, S.Pd
-          Teman-teman kelas XII IPA 1
-          Dan seluruh pihak yang telah membantu
Penulisan laporan praktikum ini tentunya masih banyak kekurangan. Mohon maaf apabila dalam penulisan materi atau laporan praktikum ini ada yang kurang baik dan tidak sesuai, penjelasan yang mungkin kurang berkenan dihati para pembaca.
Penulis berharap dengan terselesaikannya penulisan laporan praktikum ini, para pembaca dapat mengetahui berbagai macam hal mengenai perbedaan titik didih dan kenaikan titik didih pada pelarut murni dan larutan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bogor, September 2012



Penulis


I.     TUJUAN PERCOBAAN
Mengamati titik didih zat pelarut (air) dan pengaruh zat terlarut pada titik didih larutan, serta menentukan nilai kenaikan titik didih larutan.
II.    TEORI DASAR
Titik didih normal dari suatu cairan murni atau larutan adalah suhu pada saat tekanan uap mencapai 1 atm (760 mmHg). Selain itu, titik didih juga bisa diartikan sebagai suhu saat tekanan uap jenuh cairan sama dengan tekanan udara luar (tekanan pada permukaan). Karena zat terlarut menurunkan tekanan uap, maka suhu larutan harus dinaikkan agar mendidih, artinya, titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. Gejala ini disebut sebagai peningkatan titik didih.
Raoult telah menganalisis bahwa kenaikan titik didih suatu larutan berbanding lurus dengan molalitas dikalikan dengan tetapan kenaikan titik didih molal dari larutan tersebut. Persamaan yang dikemukakan oleh Raoult adalah sebagai berikut.
∆Tb = m . Kb
Sementara itu, hubungan kenaikan titik didih dengan titik didih larutan dan titik didih pelarut murni dijelaskan pada persamaan berikut.
∆Tb = Tb – T0b
Adanya penambahan zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya kenaikan titik didih larutan. Kenaikan titik didih tergolong sifat koligatif larutan yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Sebagai contoh, perhatikan air yang sedang mendidih pada suhu 100ᵒC. Apabila suatu zat terlarut ditambahkan, maka diperlukan energy yang tinggi untuk menjadikan larutan menjadi uap. Energy ini ditunjukkan dengan nilai titik didih, dimana nilai titik didih larutan lebih besar dari titik didih pelarut murninya. (Sumber: Oxtoby, 2001, hlm. 167 – dengan perubahan)




III.           ALAT DAN BAHAN
·         Gelas kimia
·         Termometer
·         Pembakar spirtus
·         Kaki segitiga
·         Aqua
·         Gula pasir

IV.          LANGKAH KERJA
  1. Menentukan Titik Didih Zat Pelarut
·         Masukkan 100 ml aqua ke dalam gelas kimia.
·         Panaskan air tersebut dengan menggunakan pembakar spirtus .
·         Catat suhu setiap setengah menit sampai air mendidih dan suhu tetap.
  1. Menentukan Titik Didih larutan
·         Masukkan 100 ml aqua dan 2 sendok makan gula ke dalam gelas kimia,aduk sampai larut.
·         Lakukan kegiatan yang sama dengan menentukan Titik Didih Zat pelarut.
V.           HASIL PENGAMATAN
Zat Pelarut Murni
WAKTU  ( Menit)
SUHU 0C
0.5
41ᵒC
1
52ᵒC
1.5
66ᵒC
2
78ᵒC
2.5
90ᵒC
3
100ᵒC
3.5
100ᵒC
4
100ᵒC

Zat Pelarut Murni + 2 Sendok Makan Gula
WAKTU  ( Menit)
SUHU 0C
0.5
45ᵒC
1
56ᵒC
1.5
68ᵒC
2
78ᵒC
2.5
85ᵒC
3
92ᵒC
3.5
100ᵒC
4
104ᵒC
4.5
102ᵒC

1.    Tentukan kenaikan titik didih larutan tersebut.
Tb = 104ᵒC
T0b = 100ᵒC
∆Tb = Tb – T0b
∆Tb = 104ᵒC – 100ᵒC
∆Tb = 4ᵒC
2.    Jika diketahui Kd molal air = 0,520C/ m,tentukan jumlah gula yang dilarutkan (Mr gula = 324)
∆Tb = m . Kb



VI.          ANALISIS PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan kami, banyak zat terlarut yang di campurkan dengan zat pelarut murni akan berpengaruh terhadap suhu titik didih suatu larutan. Waktu yang diperlukan untuk mendidihkan suatu larutan tergantung dari besar api yang digunakan. Tetapi pada larutan (pelarut+terlarut gula) saat telah mencapai suhu titik didih, maka larutan tersebut akan menguap sehingga lama kelamaan suhu akan semakin berkurang karena konsentrasi gulanya juga berkurang dalam larutan tersebut akibat penguapan yang terjadi.

VII.         KESIMPULAN
Terdapat perbedaan antara titik didih zat pelarut murni dengan titik didih larutan, karena adanya molekul dari zat terlarut yang menghambat zat pelarut murni untuk mengalami penguapan saat berada pada suhu titik didih yang menyebabkan bertambahnya energi yang dibutuhkan agar terjadi penguapan. Energi ini disebut dengan titik didih.
Jumlah massa zat terlarut yang dilarutkan juga akan mempengaruhi titik didih suatu larutan, semakin banyak zat terlarut yang dilarutkan dengan massa zat pelarut murni tetap, maka titik didih akan semakin tinggi karena dibutuhkan energy yang lebih besar untuk penguapan zat pelarut murni.
VIII.       DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Nur. 2009. KIMIA SMA XII. Jakarta: PT Pustaka Insan Madani.
Justiana, Sandri dan Muchtaridi. 2009. CHEMISTRY FOR SENIOR HIGH SCHOOL. Jakarta: Yudhistira.







IX.          LAMPIRAN

Tidak ada komentar: